cool hit counter

PDM Kabupaten Bogor - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Bogor
.: Home > Direktori Dakwah

Homepage

Direktori Dakwah

MUHAMMADIYAH DAN ISU-ISU STRATEGIS KEUMATAN,

KEBANGSAAN DAN KEMANUSIAAN UNIVERSAL

 

 

Musyawarah Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor Ke-12 tanggal 7-8 Rabi’ul Akhir 1432 H/12-13 Maret 2011 M yang berlangsung di Hotel Mars Cipayung Bogor, setelah mengkaji secara seksama tentang isu-isu strategis yang berkaitan dengan masalah keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal maka dengan ini menyampaikan pandangan dan rekomendasi sebagai berikut:

 

I.     Keumatan

a.    Kemiskinan dan Kebodohan

Dua penyakit kronis kebangsaan dan keumatan yang terwariskan berabad-abad adalah kemiskinan dan kebodohan. Kiprah persyarikatan sejak didirikannya belum mampu mengentaskannya. Diperlukan pengarahan potensi jihad harta dan pikiran seluruh warga dan persyarikatan Muhammadiyah Kabupaten Bogor untuk menanggulanginya. Kebersamaan persyarikatan dengan kekuatan masyarakat lainnya, perlu didasari dua hal sekaligus, yakni keikhlasan dan kewaspadaan. Keikhlasan sebagai dasar bagi berkesinambungannya upaya penanggulangan dua penyakit sosial tersebut, dan kewaspadaan sebagai dasar bagi konsistensinya penanggulangan realitas masalah dengan tindakan, terkait dengan banyak tindakan pihak-pihak tertentu yang menjadikan kebodohan dan kemiskinan umat ini sebagai instrument pemurtadan umat Islam di satu sisi, dan penguatan posisi politiknya pada sisi lain.

 

b.   Pola Pemahaman Islam yang menyimpang

Secara geograifis, Kabupaten Bogor mempunyai potensi yang besar untuk tumbuh dan berkembangannya pola-pola pemahaman terhadap ajaran Islam yang menyimpang dari Al-Qur’an dan Sunnah yang selama ini kita yakini, contoh kasus, munculnya nabi palsu di daerah Kabupaten Bogor, termasuk dalam hal ini, Gerakan Jama’ah Ahmadiyah, yang mempunyai beberapa titik basis gerakan di wilayah Kabupaten Bogor, bahkan mungkin di masa yang akan datang tidak mustahil secara bertubi-tubi akan muncul gerakan-gerakan lain. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab seluruh warga persyarikatan untuk membentengi umat dari geraka-gerakan tersebut. 

c.    Kepemimpinan dan Keteladanan

Kabupaten Bogor merupakan basis daerah Religius, hal itu diindikasikan dalam banyak hal, baik pada aspek masih maraknya kegiatan keberagamaan (Pengajian, majelis taklim, kegiatan hari-hari besar Islam, dsb), juga kuatnya dominasi lembaga-lembaga pendidikan agama, baik madrasah maupun pesantren. Hal tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mendorong membuminya nilai-nilai Islami di Kabupaten Bogor, yang tidak hanya mengedepankan simbol, namun membuminya ajaran-ajaran Islam secara substansif. Sinergisitas antara kepemimpinan lembaga ke-Islaman di Kabupaten Bogor merupakan ketauladanan yang bisa diwariskan kepada generasi masa depan, dalam rangka mewujudkan cita-cita di atas.

 

d.   Gerakan  Ekonomi Umat

Gerakan-gerakan ekonomi kapitaslis, tidak lagi hanya tumbuh dan berkembang di kota-kota besar, namun secara perlahan tapi pasti dengan tidak terasa sudah merambah ke pelosok-pelosok daerah, termasuk di Kabupaten Bogor, yang pada akhirnya akan mengancam keberadaan gerakan-gerakan ekonomi kerakyatan dan keumatan. Muhammadiyah Kabupaten Bogor salah satu elemen gerakan Islam yang progressif, harus memiliki perhatian yang serius terhadap pemberdayaan ekonomi umat, melalui penguatan kewirausahaan, penguatan pasar-pasar tradisional, penguatan lembaga-lembaga ekonomi syari’ah, bahkan harus sudah memikirkan pusat–pusat bisnis yang refresentatif bagi kokohnya ekonomi umat.

 

d. Kemajemukan Sosial yang Berkemajuan

Muhammadiyah Kabupaten Bogor mengajak umat Islam untuk menegaskan keberagamaan secara substantif sesuai Al-Qur-an dan sunnah Nabi dalam bingkai kebersamaan Indonesia. Penegasan Al -Qur-an tentang realitas kesejahteraan dan kedamaian hidup berbasis Tauhidullah (QS. 2:177,244-245) tuntutan maksimalisasi fungsi akal (QS. 6:50), toleransi terkait pluralitas sosial tanpa terjebak pada pluralisme akidah, sambil tetap menjaga sopan santun kehidupan  sosial keagamaan (QS. 109:1-6; 2:120), kepemimpinan yang mensejahterakannya (QS. 2:30; 11:61), dll. Selain akan menunjukan penghargaan terhadap rasionalitas yang jadi sarana kemajuan kehidupan kini di sini, juga di balik itu ada penegasan nilai-nilai tauhidullah yang  mendorong manusia hidup berorientasi ke masa depan, serta terbuka dan toleran terhadap perbedaan. Dalam kaitan ini Muhammadiyah Kabupaten Bogor mendukung Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memelihara dan meningkatkan kehidupan beragama yang sehat dengan tetap mejaga dan memperkuat  kemajemukan dan persatuan bangsa .

 

e.  Keadilan Gender

Muhammadiyah Kabupaten Bogor mendukung usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas, memberdayakan, memperluas dan memperkuat peran serta memberikan penghargaan atas prestasi kaum perempuan di berbagai bidang kehidupan demi terciptanya masyarakat utama, umat dan bangsa yang mandiri dan bermartabat.

 

II.    Kebangsaan

a.    Revitalisasi Karakter Bangsa

Kabupaten Bogor sesungguhnya memiliki modal besar untuk menjadi sebuah Kabupaten yang maju, adil, makmur, berdaulat dan bermartabat. Hal itu di dukung oleh sejumlah fakta positif yang di milikinya, yakni posisi geopolitik yang sangat strategis dengan ibu kota negara, kekayaan alam, dan keanekaragaman hayati, jumlah penduduk yang besar, dan kemejemukan sosial budaya. Namun modal dasar potensi yang besar itu belum dikelola dengan optimal sehingga bangsa ini sering kehilangan banyak momentum untuk maju dengan cepat, dan karenanya menimbulkan masalah yang kompleks. Diantara yang menghambat dan menjadi faktor krusial bangsa ini adalah lemahnya karakter bangsa.

Dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Bogor dijumpai kecenderungan mentalitas yang tidak sejalan dengan etos kemajuan dan keunggulan peradaban seperti sifat malas, meremehkan mutu, suka menerabas jalan pintas, tidak percaya pada diri sendiri, tidak berdisiplin murni, suka mengabaikan tanggung jawab, berjiwa feodal, suka pada hal-hal yang beraroma mistik, mudah meniru gaya hidup luar dengan kurang selektif, gaya hidup mewah, dan lain-lain. Kendati kecenderungan mentalitas tersebut tidak bersifat menyeluruh tetapi manakala dibiarkan akan menjadi penyakit mental secara keseluruhan di tubuh masyarakat bangsa ini.

Karena itu Muhammadiyah Kabupaten Bogor memandang dan menuntut langkah pemecahan bahwa dalam memasuki dinamika kehidupan bangsa ditengah pergulatan dunia yang sarat tantangan diperlukan revitalisasi karakter bangsa ke arah pembentukan manusia Jawa Barat yang berkarakter kuat. Pendidikan nasional harus menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian penting dan strategis, bukan hanya menekankan pada sopan santun saja, tetapi pendidikan karakter dalam aspek yag luas dan progresif. Manusia yang berkarakter kuat dicirikan oleh kapasitas mental yang membedakan dari orang lain seperti kepercayaan, ketulusan, kejujuran, keberanian, ketegasan, ketegaran, kuat dalam memegang prinsip, dan sifat-sifat khusus lainnya yang melekat dalam diri nya.

 

b.               Pemberantasan Korupsi

Pemberantasan korupsi di Kabupaten Bogor harus dilakukan secara sistematik dan komprehensif melalui jalur politik, hukum dan kebudayaan. Bupati sebagai kepala pemerintahan harus memimpin pemberantasan korupsi dengan lebih tegas, konsisten, transparan, akuntabel, adil, tidak diskriminatif, serta menerapkan sistem pembuktian terbalik. Muhammadiyah Kabupaten Bogor mendesak para pemimpin lembaga pemberantasan korupsi untuk bekerja lebih amanah, berani, dan independen melalui kerjasama yang erat dan kuat dengan pemerintah dan kekuatan masyarakat madani. Muhammadiyah Kabupaten Bogor bergandengan tangan dengan semua pihak untuk membangun dan mengembangkan budaya anti korupsi melalui jalur pendidikan, sosial, dan keagamaan.

 

c.    Reformasi Lembaga Penegak Hukum

Muhammadiyah Kabupaten Bogor mendesak kepada pemerintah Jawa Barat bersama-sama dengan lembaga-lembaga Negara untuk menjadikan reformasi lembaga penegak hukum sesuai dengan amanat konstitusi untuk melahirkan lembaga penegak hukum yang mandiri, kokoh dan independen sebagai agenda yang mendesak serta melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan. Muhammadiyah Kabupaten Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan gerakan moral yang lebih masif demi terlaksananya reformasi lembaga penegakkan hukum.

 

d.   Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Muhammadiyah Kabupaten Bogor memandang kaum pekerja sebagai kaum dhu’afa dan subjek yang harus mendapatkan perlindungan dan pembelaan. Untuk memperbaiki nasib pekerja yang ada di wiliyah Kabupaten Bogor khususnya, Muhammadiyah Kabupaten Bogor  mengusulkan agar segera di lakukan review undang-undang ketenagakerjaan yang lebih memberi jaminan dan perlindungan HAM pekerja denagan menghapuskan sistem kontrak (outsourcing) dan menggantikannya dengan sistem full employment yang memberikan keadilan kepada para pekerja.

 

e.    Sistem Suksesi Kepemimpian

Sejak reformasi politik 1998, Indonesia termasuk negara yang memasuki era kehidupan kebangsaan yang demokratis dan terbuka. Transisi demokrasi yang aman di tandai oleh pelaksanaan mekanisme demokrasi dan politik yang baik mengangkat  Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten yang demokratis dan bermartabat. Walaupun demikian, demokrasi yang berlangsung lebih dari sepuluh tahun belum mampu menjadikan Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten yang sejahtera. Situasi politik dan budaya masyarakat semakin rumit. Penyebabnya bukanlah penerapan sistem demokrasi, tetapi budaya politik yang belum cerdas dan bermartabat.

Muhammadiyah Kabupaten Bogor memandang sistem demokrasi sejalan dengan Islam dan merupakan pilihan politik yang tepat untuk bangsa Indonesia, termsuk Kabupaten Bogor yang  Majemuk. Tetapi demokrasi yang tidak disertai dengan etika, supremasi hukum dan kepemimpinan kuat akan menimbulkan anarkisme dan tirani kekuasaan, sehingga yang terjadi adalah feodalisme dan oligarki politik.

Karena itu, Muhammadiyah Kabupaten Bogor mengajak semua komponen bangsa untuk mengutamakan etika dan moralitas berdemokrasi, bukan ketamakan dan kekuasaan, siap menang tidak siap kalah.

 

f.     Reformasi Birokrasi

Muhammadiyah Kabupaten Bogor memandang birokrasi sebagai sesuatu yang penting dalam melayani, membantu, mempermudah dan penyelesaian segala urusan masyarakat. Karena itu, Muhammadiyah Kabupaten Bogor mendesak pemerintah Kabupaten Bogor untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dengan menjadikan reformasi birokrasi sebagai prioritas utama melalui peningkatan kinerja dan kedisiplinan pegawai, perbaikan sistem pelayanan dan penerepan meritoraksi yang adil, serta menghindari dominasi golongan tertentu atas instansi pemerintah.

 

g.    Reformasi Agraria dan Kebijakan Pertanahan

Muhammadiyah Kabupaten Bogor memberikan perhatian yang serius terhadap masalah agraria dan pertahanan dengan menjadikan sebagai kajian keilmuan dan kebijakan dari berbagai perspektif. Muhammadiyah Kabupaten Bogor memandang hak atas tanah sebagai pemberian Allah SWT kepada manusia dan hak dasar setiap warga Negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar. Oleh karena itu, Muhammadiyah Kabupaten Bogor akan melakukan pembelaan hak atas tanah dan mendesak kepada pemerintah Kabupaten Bogor agar segera melakukan lobi kepada pemerintah pusat untuk melakukan reformasi agraria dan kebijakan pertanahan yang adil untuk seluruh rakyat dengan merevisi Undang-Undang No 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

 

III.   Kemanusian Universal

a.    Krisis Kemanusian Modern

Muhammadiyah Kabupaten Bogor memandang bahwa kehidupan manusia dan masyarakat modern memerlukan pondasi dan bingkai ruhani yang kokoh, yang bersumber pada agama sebagai kanopi suci, the sacred canopy, segala problem atau krisis kemenusiaan yang dihadapinya. Agama perlu ditransformasikan sebagai kekuatan moral, spiritual yang berfungsi sebagai pemberi bimbingan, arahan, penyucian diri, integrasi, kritik dan fungsi-fungsi kerisalahan serta kerahmatan lainnya yang menjadikan manusia atau masyarakat semakin berakal budi mulia. Agama dan pendidikan agama dituntut untuk menjadikan manusia tumbuh dan berkembang secara utuh selaku makhluk Tuhan yang mulia, yang memiliki relasi kuat dan seimbang antara hubungan dengan tuhan (hablumminallah), dan hubungan sesama  manusia (hablumminanaas), dan lingkungan alam semesta, serta memposisikan diri sebagai khalifah Allah di muka bumi untuk membumikan hukum-hukum-Nya.

 

b.    Krisis Pangan dan Energi

Muhammadiyah Kabupaten Bogor memendang masalah krisis energy dan pangan bukan semata-mata sebagai persoalan ekonomi dan politik, tetapi juga keagamaan dan kemanusiaan. Karene itu, kedaulatan energy dan pangan merupakan masalah asasi yang harus diperjuangkan oleh semua pemerintah provinsi jawa barat. Untuk mengatasi krisis energy dan pangan, Muhammadiyah Kabupaten Bogor mendesak pemerintah Kabupaten Bogor agar lebih bersungguh-sungguh mengembangkan dan mendorong usaha -usaha diversifikasi sumber-sumber energi yang terbarukan dan produk-produk teknologi yang hemat energi dan rahma lingkungan. Muhammadiyah Kabupaten Bogor mengajak seluruh  masyarakat untuk membangun budaya hemat energy khususnya air, listrik, dan bahan bakar yang tidak terbarukan. Sudah saatnya, muhammadiyah jawa barat mengembangkan gerakan budaya hidup hemat dengan menghentikan budaya konsumerisme sebagai wujud pengamalan ajaran Islam melalui jalur pendidikan formal, media masa dan kegiatan keagamaan.

 

c. Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim

            Muhammadiyah Kabupaten Bogor mendesak pemrintah Kabupaten Bogor dan Daerah-daerah lainnya untuk mematuhi kesepakatan-kesepakatan tentang pengurangan emisi gas karbon, perdagangan karbon dan pengurangan komisi energi yang dihasilkan dalam forum internasional perubahan iklim seperti protokol Tokyo, Deklarasi Bali, Kopenhagen dan kesepakatan internasional lainnya. Muhammadiyah Kabupaten Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama elemen-elemen Islam untuk melakukan aksi bersama, interfaith action, mengatasi masalah perubahan iklim melalui kegiatan-kegiatan yang terpadu berbasis masyarakat.

 

d.  Islamophobia

Muhammadiyah Kabupaten Bogor memandang bahwa Islamophobia merupakan ancaman global yang mereduksi hakikat peradaban dan keadaban umat manusia, bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi, serta berbahaya bagi terwujudnya perdamaian dunia. Muhammadiyah Kabupaten Bogor menyerukan agar islamophobia dengan segala bentuk dan manifestasinya yang muncul di sejumlah Negara segera diakhiri dengan dialog dan kerjasama antar peradaban yang kondusif serta menjunjung tingi hakikat kemanusiaan, semangat persaudaraan, prinsip kesetaraan, serta komitmen terhadap keadilan dalam tatanan global dan dinamika hubungan antar agama dan peradaban di dunia. Muhammadiyah Kabupaten Bogor sangat menghargai prakarsa dan peran serta pemerintah Indonesia Dalam berbagai forum dialog. Sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar, kiranya prakarsa dialog dengan penerintah berbagai Negara,hususnya Negara-negara barat dapat lebih ditingkatkan. Selanjutnya Muhammadiyah Kabupaten Bogor mendorong kepada kaum muslimin agar jangan takut melaksanakan ajaran agamanya dengan benar.

 

e.  Dialog Inter Agama, Antar Agama dan Peradaban

Tidak dapat dipungkiri, kekerasan bernuansa agama yang terjadi di berbagai daerah di Jawa Barat khususnya, dan berbagai kawasan dunia telah menimbulkan sentimen dan rasa tidak suka di antara pemeluk agama, khususnya pemeluk agama besar di duna: Islam, Kristen, yahudi, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu. Globalisasi yang ditandai oleh teknologi informsai yang menghilangkan batas-batas geografis antar Negara membuat “benturan antar budaya dan peradaban tidak terhindarkan.Fundamentalisme agama dan kebudayaan berkembang di hampir semua agama dan kebudayaan. 

Pada sisi lainnya, dialog dan kerjasama internal elemen Islam, antar iman, interfaith, dan antar peradaban, intercivilization berkembang dengan baik sebagai jawaban dan usaha positif memeah berbagai masalah keagamaan dan kebudayaan. Muhammadiyah Kabupaten Bogor sangat mendukung dan berperan serta dalam prakarsa dan dialog yang terbuka, tulus dan bersahabat. Muhammadiyah Kabupaten Bogor menghimbau agar dialog yang sudah diselenggarakan oleh negara dan masyarakat dapat ditingkatkan kearah kerjasama kemanusiaan yang kongkrit untuk menciptakan perdamaian, keadilan dan kesejahteraan bersama common good tidak terbatas pada elit peminpin agama tetapi juga masyarakat akar rumput.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      


Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website